I. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pada dasarnya adalah pengetahuan tentang sesuatu hal atau fenomena, baik yang menyangkut alam atau sosial (kehidupan masyarakat), yang diperoleh manusia melalui proses berfikir. Itu artinya bahwa setiap ilmu merupakan pengetahun tentang sesuatu yang menjadi objek kajian dari ilmu terkait. Sedangkan pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan inderawi. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan indera atau akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.
Syarat - Syarat Ilmu
1). Objektif
Ilmu
harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah
yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari
dalam.
2). Metodis
Merupakan upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran.
3). Sistematis
Dalam
perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu
harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis
sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh,
terpadu, dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat akibat menyangkut
objeknya.
4). Universal
Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum.
Sumber - Sumber Ilmu
1). Kabar yang dapat dipercaya.
2). Indera lahir maupun batin.
3). Akal berupa nalar maupun intelektual.
4). Intuisi.
Jenis - Jenis Ilmu
1). Ilmu abadi
Merupakan
pengetahuan yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia dalam bentuk kitab
suci dan hadits yang disampaikan kepada manusia melalui perantara rasul
sebagai urusan Tuhan, ilmu jenis ini merupakan suatu bentuk yang sudah
pasti benar dan tidak berubah serta dapat dibuktikan dalam situasi,
kondisi dan zama apapun.
2). Ilmu yang dicari
Merupakan
pengetahuan yang didapat oleh manusia sebagai hasil dari usaha mencari
suatu definisi alam semesta, ilmu jenis ini dapat berubah entah itu
bertambah ataupun berkurang sesuai dengan hasil riset penemuan manusia
sebagai makhluk yang dibekali akal. Sebuah ilmu bisa dianggap benar
dimasa lalu namun bisa jadi sudah tidak cocok dimasa depan ketika
dilakukan penelitian baru.II. Teknologi
Teknologi
merupakan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang
diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Pengetahuan
teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam
menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan
mengendalikan api telah menaikkan ketersdiaan sumber-sumber pangan,
sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam perjalanan dan
mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru,
termasuk diantaranya mesin cetak, telepon, dan internet, telah
memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia
untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global.Fenomena teknik pada masyarakat kini memiliki ciri-ciri :
- Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
- Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
- Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan
dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu
mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis
- Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
- Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
- Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
- Otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
III. Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Nilai
Pengertian Nilai
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.
Kaitan ilmu dan teknologi dengan nilai moral, berasal dari ekses
penerapan ilmu dan teknologi sendiri.
Dalam hal ini sikap ilmuwan dibagi
menjadi dua golongan:
1). Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi adalah bersifat
netral terhadap nilai-nilai baik secara ontologis maupun aksiologis,
soal penggunaannya terserah kepada si ilmuwan itu sendiri, apakah
digunakan untuk tujuan baik atau buruk. Golongan ini berasumsi bahwa
kebenaran itu dijunjung tinggi sebagai nilai, sehingga nilai-nilai
kemanusiaan lainnya dikorbankan demi teknologi.
2). Golongan yang menyatakan bahwa ilmu dan teknologi itu
bersifat netral hanya dalam batas-batas metafisik keilmuwan, sedangkan
dalam penggunaan dan penelitiannya harus berlandaskan pada asas-asa
moral atau nilai-nilai. Golongan ini berasumsi bahwa ilmuwan telah
mengetahui ekses-ekses yang terjadi apabila ilmu dan teknologi
disalahgunakan.
Kemiskinan
adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan
dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan
kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan kelangkaan alat pemenuh kebutuhan
dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Kemiskinan
merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara
subyekif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi
moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah
yang telah mapan, dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara, yaitu :
1). Gambaran kekurangan materi.
2). Gambaran tentang kebutuhan sosial.
3). Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai.
Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
1).
Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai
akibat dari perilaku, pilihan atau kemampuan dari si miskin.
2).
Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan
keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga
tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
3).
Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan
kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan
sekitar.
4). Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orng lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi.
5). Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

No comments:
Post a Comment