2.11.15

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT




I. PELAPISAN SOSIAL

A. Pendahuluan

  Adanya pernyataan "Masyarakat tidak dapat dibayangkan tanpa adanya individu, serta individu yang juga tidak dapat dibayangkan tanpa adanya masyarakat", mengartikan bahwa :
  • pembentukan pribadi manusia dipengaruhi oleh masyarakat,
  • individu berperan besar dalam pembentukan dan perubahan yang ada didalam masyarakat.
   Dari hal tersebut dapat dimengerti manusia sebagai mahluk sosial memerlukan sebuah pengaturan dalam hidup bersama, yang salah satunya adalah pelapisan masyarakat. Berikut penjelasannya.

B. Pengertian

   Pelapisan masyarakat atau yang dapat kita sebut sebagai stratifikasi sosial merupakan suatu sistem dimana seorang individu dikelompokan atau disusun secara hierarkis atau bertingkat sesuai dengan peran dan atau kedudukannya dalam masyarakat.

C. Pelapisan Sosial Ciri Tetap Kelompok Sosial

   Bentuk umum suatu pelapisan masyarakat biasanya didasari oleh :
  • Jenis kelamin
  • Umur
  • Perbedaan hak dan kewajiban
  • Kemampuan Ekonomi
  • Bidang pekerjaan
  • dan sebagainya...
   Sehingga hal tersebut dapat menciptakan berbagai ciri dari suatu pelapisan masyarakat yang diantaranya :
  • Pembedaan antara hak dan kewajiban berdasarkan umur dan jenis kelamin,
  • Kepemimpinan  yang memiliki hak istimewa dan saling berpengaruh,
  • Pembagian kerja,
  • Pengucilan yang terjadi pada kelompok rendah,
  • serta adanya perbedaan standar ekonomi yang berakibat pada timbulnya kesenjangan ekonomi.

D. Terjadinya Pelapisan Sosial dan Pembedaannya

   Dibagi menjadi :
  • Terjadi dengan sendirinya
       Pelapisan yang terjadi seiring dengan pertumbuhan masyarakat. Diawali dengan adanya suatu tindakan yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan yang tanpa disengaja membentuk sebuah lapisan masyarakat. Pembentukan tersebut didasari dengan kebiasaan yang tumbuh secara alamiah menjadi sebuah kebudayaan atau adat.
  • Terjadi dengan disengaja
        Didasari oleh adanya keinginan untuk mencapai tujuan bersama, maka dibentuklah suatu lapisan yang dikelompokan sesuai dengan peran, wewenang, keahlian, dan poin lainnya untuk menciptakan sebuah kelompok tersusun yang secara efektif dapat meraih tujuan bersama yang diinginkan.

         Pembedaan Menurut Sifat.

  1. Stratifikasi Tertutup

         Dalam pelapisan ini perpindahan seorang individu kedalam suatu lapisan yang berbeda hampir tidaklah mungkin dikarenakan adanya aturan ketat yang tidak dapat diganggu gugat seperti contohnya pada sistem pelapisan dalam kerajaaan. Satu-satunya cara untuk dapat pindah dari suatu lapisan kelapisan lapisan yang lebih tinggi ialah dengan pernikahan dan kelahiran.
  2. Stratifikasi Terbuka

          Disini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk berpindah lapisan sesuai dengan status atau kedudukan yang ia peroleh melalui usaha yang dilakukannya (Achieved Status). Sistem stratifikasi ini sangatlah menguntungkan dan memiliki kepastian untuk menciptakan budaya individu yang hidup dengan bersaing.
E. Teori Pelapisan Sosial

   Umumnya suatu pelapisan masyarakat berbentuk piramida yang terbentuk dari :
  1. Kelas atas dan kelas bawah, atau
  2. Kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah, atau
  3. Kelas atas, menengah keatas, menengah kebawah, dan kelas bawah.
Penyusunan umumnya berdasarkan ukuran yang diantaranya:
  1. Ukuran kekayaan
  2. Ukuran kekuasaan
  3. Ukuran Kehormatan
  4. dan Ukuran ilmu pengetahuan.
 Adapun beberapa teori tentang pelapisan masyarakat yang dikemukakan oleh :
  • Aristoteles : Didalam tiap negara terdapat tiga unsur. yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada ditengah-tengahnya.
  • Karl Marx : Terdapat kelas yang memilik tanah serta alat-alat produksi dan ada kelas yang hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan dalam proses produksi.
  • Prof. Dr. Selo Sumardjan & Soelaiman Soemardi SH, MA. : Selama didalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya maka barang itu akan menjadi bibit yang menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis pada masyarakat.

II. KESAMAAN DERAJAT

A. Pengertian Kesamaan Derajat

   Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya secara timbal balik, maksudnya seorang individu sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban terhadap masyarakat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan yang sebagian besar dikutip dari hak asasi setiap manusia.

   Pelapisan sosial dan kesamaan derajat mempunyai hubungan, kedua hal ini berkaitan satu sama lain. Kesamaan derajat adalah suatu yang membuat bagaimana semua masyarakat ada dalam kelas yang sama tiada perbedaan kekuasaan dan memiliki hak yang sama, sehingga tidak ada dinding pembatas antara kalangan atas dan kalangan bawah.


III. ELITE DAN MASSA

A. Pengertian & Peran Elite

   Elite merujuk kepada sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih yang khusus dapat diartikan sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan dan yang memiliki pengaruh yang besar dalam mengambil berbagai kebijaksanaan yang nantinya  dapat menentukan arah perkembangan dan pertumbuhan masyarakat.

B. Pengertian & Peran Massa


   Massa merupakan pengelompokan individu secara kolektif dan dapat terlihat secara nyata didalam kehidupan sebagai suatu perkumpulan yang mencolok akibat suatu peristiwa tertentu. Mereka berperan dalam penyebaran segala bentuk informasi yang nantinya membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan budaya masyarakat.

C. Hubungan Diantara Elite dan Massa

    Secara garis besar Elite bertugas untuk mengatur dan menentukan berbagai kebijakan yang akan dirasakan oleh masyarakat untuk kedepannya, sedangkan Massa sama seperti masyarakat harus menjalani hidupnya didalam kekuasaan para elite namun mereka juga turut serta mengawasi kondisi kerja para elite dan berhak untuk mengkomentarinya dalam berbagai macam bentuk.

IV. PEMBAGIAN PENDAPATAN

A. Komponen Pendapatan

   Sebagian besar balas jasa yang diterima oleh pemilik faktor produksi adalah salah satu sumber pendapatan. Adapun pendapatan yang diperoleh dari suatu pengolahan sumber daya dan ada juga pendapatan yang diterima dari hibah.

B. Distribusi Pendapatan

    Dari perolehan yang didapat dapat diketahui pendapatan nasional sehingga dapat diketemukan berbagai poin seperti pendapatan perkapita dan tingkat kemakmuran masyarakat. Alhasil maka pemikiran untuk hal pendistribusian pendapatan sangatlah penting agar terciptanya pertumbuhan ekonomi yang baik sehingga timbulnya kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang sejahtera.

No comments:

Post a Comment